BPS: Ekonomi Indonesia Triwulan II-2026 Tumbuh 5,29 Persen Year-on-Year
Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan, dengan sektor Pengadaan Listrik dan Gas mencatat pertumbuhan tertinggi.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026. Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat Rp6.552,1 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp3.576,2 triliun.
Secara tahunan (year-on-year), perekonomian Indonesia tumbuh 5,29 persen, sementara secara kuartalan (quarter-to-quarter) tumbuh 3,73 persen dibandingkan triwulan I-2026. Sektor Pengadaan Listrik dan Gas mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 10,81 persen, mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi yang beriringan dengan kebutuhan energi domestik.
Data ini menjadi salah satu indikator utama yang dipantau pemerintah dan otoritas moneter dalam merumuskan kebijakan fiskal dan moneter ke depan.
Baca selengkapnya di Badan Pusat Statistik
Capaian ini melanjutkan tren positif dari triwulan sebelumnya: pada triwulan I-2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen (yoy), melampaui target pemerintah 5,5 persen dan didorong lonjakan belanja pemerintah (21,81 persen), penguatan konsumsi rumah tangga (5,52 persen) berkat momentum Ramadan-Idulfitri, serta kenaikan investasi (5,96 persen).
Meski capaian dua triwulan berturut-turut berada di atas 5 persen, sejumlah ekonom mengingatkan bahwa sebagian pendorong pertumbuhan bersifat musiman (stimulus fiskal dan hari raya), sementara konsumsi rumah tangga masih mendominasi struktur PDB — menandakan investasi dan ekspor belum sepenuhnya mengambil alih peran sebagai motor pertumbuhan jangka panjang.
Sumber
Badan Pusat Statistik · dipublikasikan asli pada 5 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB
Buka artikel sumber asliArtikel ini dikurasi dan diklasifikasikan dengan bantuan AI dari sumber resmi pemerintah — bukan ditulis AI dari nol maupun hasil reportase Publik Bijak. Ringkasan ditulis ulang oleh AI, kutipan resmi ditampilkan apa adanya dari sumber. Pelajari selengkapnya di Kebijakan AI kami.
Artikel Terkait

49 Tahun Reaktivasi Pasar Modal Indonesia, OJK Luncurkan ETF Emas
Memperingati 49 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia, OJK meluncurkan produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas sambil menegaskan integritas pasar sebagai prioritas utama.
16 jam lalu

Survei Konsumen BI: Keyakinan Konsumen Juli 2026 Tetap Terjaga
Survei Konsumen Bank Indonesia edisi Juli 2026 menunjukkan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga, di tengah pertumbuhan uang beredar yang melonjak signifikan.
16 jam lalu
Mengenal Kementerian Ketenagakerjaan RI: Tugas, Fungsi, dan Wewenangnya
Kementerian yang menangani urusan ketenagakerjaan, termasuk penempatan dan perlindungan tenaga kerja.
4 hari lalu

OJK Terbitkan Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia 2025
OJK merilis Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) 2025, mencatat pertumbuhan positif sektor keuangan syariah nasional.
5 hari lalu

